Sabtu, 04 Desember 2010

Jepang Ubah Sampah Jadi Barang Berharga Bisnis

Diposting oleh Sarana Kreatif Siswa di 22.42






Kurangi Polusi dengan Ciptakan Ekosemen

Ketika bumi tidak lagi cukup untuk menampung seluruh sampah, ke mana lagi sampah-sampah itu dibuang? Ekosemen menjadi jawabannya. Jepang sebagai negara yang sangat ketat untuk urusan sampah telah mulai membuatnya.

---

GEBRAKAN baru dalam teknologi untuk mengatasi sampah kembali dikedepankan Jepang. Kali ini, negara Matahari Terbit itu memperkenalkan solusi efektif mengatasi sampah. Bila sebelumnya membangun bandara di atas lapisan sampah di Kobe, kini Jepang menyulap sampah menjadi semen.

Ekosemen dibuat dari daur ulang sampah yang berasal dari endapan air kotor. Dari hasil penelitian, diketahui bahwa abu sisa pembakaran sampah memiliki unsur yang sama dengan bahan dasar semen. Dengan teknologi ekosemen itu, Jepang mampu memproduksi semen 110 ribu ton per tahunnya.



Untuk memproduksi semen sebanyak itu, jumlah endapan yang diolah menjadi semen mencapai 62 ribu ton per tahun. Endapan air kotor dan residu pembakaran yang diolah mencapai 28 ribu ton per tahun.

Setiap tahun, penduduk Jepang membuang sampah, baik organik maupun anorganik, sekitar 50 juta ton. Dari 50 ton, yang dibakar menjadi abu sekitar 37 ton. Sedangkan abu yang dihasilkan setiap tahun mencapai 6 ton. Abu itulah yang kemudian dijadikan sebagai bahan pembuatan ekosemen.

Sistem pembuatannya, abu hasil pembakaran sampah (39 persen), limestone (52 persen), endapan air kotor (8 persen), dan bahan lainnya dimasukkan ke dalam rotary klin untuk dibakar. Untuk mencegah terbentuknya dioksin, dilakukan pemanasan hingga 1.400 derajat Celcius. Pada suhu tersebut, dioksin terurai secara aman.

Kemudian, gas hasil pembakaran pada rotary klin didinginkan secara cepat untuk mencegah proses pembentukan dioksin ulang. Gas buangan yang dihasilkan tidak berbahaya bagi manusia. Sedangkan hasil pembakaran yang masih mengandung senyawa logam dipisahkan untuk kemudian digunakan untuk kebutuhan lain. Hasil akhir dari proses tersebut adalah ekosemen.

Abu dan endapan air kotor mengandung senyawa-senyawa dalam pembentukan semen. Yaitu, senyawa-senyawa oksida seperti CaO, SiO2, Al2O3, dan Fe2O3. Karena itu, abu bisa berfungsi sebagai pengganti clay yang digunakan pada pembuatan semen biasa.

Pembuatan ekosemen baru diujicobakan di dua pabrik saja. Bisa dibayangkan jika jumlah pabrik yang memroduksi ekosemen terus bertambah. Sampah-sampah pun akan berkurang secara drastis.

Pengubahan sampah menjadi semen menambah alternatif pengolahan sampah menjadi barang bermanfaat. Dengan mengolah sampah menjadi semen, biaya pengolahan sampah menjadi lebih murah.

0 komentar:

Posting Komentar

 

Sarana Kreatif Siswa Copyright © 2010 Design by Ipietoon Blogger Template Graphic from Enakei